Peregangan

Kamis, 08 November 2012


Peregangan/pemanasan



Apa yang anda lakukan jika anda sebelum melakukan olahraga, apakah hal ini sering anda lakukan sebelum memulai kegiatan olahraga? Mungkin sebagian anda belum mengerti apa yang saya katakan ini. Ya dipostingan saya yang sekarang saya akan membahas tentang PEMANASAN/atau PEREGANGAN mungkin ada yang sering malakukan mungkin ada juga yang tidak, tapi dibalik kesederhanaan pemanasan ternyata ada hal penting yang tersimpan, untuk lebih lanjutnya kita lanjut di bawah saja....

Pengertian Pemanasan/peregangan
Pemanasan adalah bentuk dari penguluran atau peregangan pada otot-otot di setiap anggota badan agar dalam setiap melakukan olahraga terdapat kesiapan serta untuk mengurangi dampak cedera yang sangan rentan terjadi.

Tahapan peregangan sebelum melakukan aktivitas inti olahraga.
1.Mulailah latihan dengan pemanasan Selama lima menit.
Lakukan peregangan dinamis selama 5 menit, yaitu gerakan perlahan yang terkendali atau latihan aerobik intensitas rendah, seperti bersepeda, berjalan, atau jogging. Tujuan pemanasan adalah melenturkan otot yang tegang, yang dapat menimbulkan cedera.
2. Lakukan Peregangan dengan lembut (smooth), diikuti oleh pemanasan yang lebih spesifik,
3. Lanjutkan dengan latihan inti,
4.  Pendinginan, turunkan aktivitas kinerja fisik anda dengan jarak berjalan sambil melakukan gerakan-gerakan kecil.jangan langsung duduk.
5. kemudian peregangan lagi. Peregangan dan pendinginan di penutup aktivitas olahraga dapat mengurangi tumpukan asam laktat. Asam laktat adalah sampah sisa aktivitas fisik, kalau tertimbun menyebabkan tubuh menjadi pegal-pegal.
Jangan sekali-kali melakukan peregangan sebelum Anda melakukan latihan aerobik intensitas rendah ( misalnya jogging). Peregangan dengan intensitas tinggi yang dilakukan sebelum latihan, saat otot masih dingin dan kurang lentur, tidak akan bermanfaat dan justru akan menyebabkan tendon rentan cedera.


Kategori dari Pemanasan
Dan dari pemanasan itu pun ada kategorinya kategori tersebut adalah peregangan balistik, peregangan statis, peregangan dinamis dan peregangan dibantu pasangan/alat.

1) Peregangan Balistik
Peregangan balistik menurut Bowers dan Fox (1992: 245) bentuknya sama dengan senam calisthenics, yaitu bentuk dari peregangan pasif yang dilakukan dengan cara gerakan yang aktif. Cirri-ciri dari peregangan balistik adalah dilakukan secara aktif dan gerakannya dipantul-pantulkan Contohnya : gerakan mencium lutut yang dilakukan berulang ukang, dengan pososo duduk kedua tungkai lurus kedepan, dan saat kedua tangan berusaha meraih kedua ujung kaki lutut harus tetap menempel dilantai. peregangan ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas.

2) Peregangan Statis
Peregangan statis adalah gerakan peregangan pada otot-otot yang dilakukan perlahan-lahan hingga terjadi ketegangan dan mencapai rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada otot tersebut. Jika dari gerakan ini otot anda sudah tidak nyaman anda tahan dulu selama 20-25 detik Contohnya : Split (gerakan dimana anda membuka kaki anda lebar2 sampai batas rasa nyeri anda).

3) Peregangan Dinamis
Peregangan dinamis adalah gerakan peregangan yang dilakukan dengan melibatkan otot-otot dan persendian, gerakan peregangan ini dilakukan secara perlahan dan terkontrol dengan pangkal gerakannya adalah pangkal persendian. Adapun yang dimaksud dengan gerakan perlahan, yaitu dilakukan dengan cara yang halus dan tidak menghentak-hentak. Sedangkan gerakan yang terkontrol, artinya gerakan yang dilakukan hingga mencapai seluas ruang gerak dari persendian yang dikenai latihan.

4) Peregangan Dibantu Pasangan/Alat (PNF)
Pada peregangan cara ini diperlukan bantuan orang lain (pasangan/menggunakan peralatan lain) untuk membantu memudahkan gerakan peregangan agar mencapai target, bantuan dari orang lain bertujuan membantu peregangan otot hingga mencapai posisi ststis dan dapat dipertanankan posisinya dalam beberapa waktu. Sasaran dari peregangan ini adalah :
1) Otot antagonis yang dikenai beban/ditekan oleh pasangannya selama kira-kira lima detik. Selanjutnya diberikan rileksasi selama lima detik.
2) Setelah rileksasi, otot yang sama dikontraksikan lagi secara isometric dengan ditekan dari pasangannya selama lima detik, selanjutnya dirileksasi selama lima detik.

 Rahasia di balik peregangan
Masih banyak orang yang menganggapnya sebagai hal yang tidak penting. Padahal, peregangan sangat penting dilakukan dan memiliki banyak manfaat, di antaranya :
1. Peregangan membuat tubuh dapat bergerak lebih efisien.
Selama sesi latihan, otot akan memendek saat mulai letih. Ini akan menghambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan serta menyebabkan langkah Anda kurang efisien dan lebih pendek. Peregangan akan membuat otot tetap panjang dan memperbaiki elastisitas/fleksibilitas jaringan tubuh
2. Peregangan akan membuat tubuh Anda lebih kuat. Peregangan setelah latihan atau di antara latihan ketahanan dapat meningkatkan kekuatan sampai 20%.
3. Bila dilakukan dengan benar, peregangan akan membantu mencegah timbulnya cedera. Saat tepat melakukannya.peregangan dapat dilakukan kapanpun, saat berolahraga maupun tidak. tidak ada larangan untuk melakukan stretching.yang pasti, lakukanlah sebelum dan setelah aktivitas lain. Peregangan yang dilakukan setelah aktifitas fisik, seperti latihan kardio, latihan kekuatan.atau olahraga permainan, dapat membuat otot lebih hangat dan lentur, sehingga lebih mudah memanjang.

Semoga postingan saya yang masih ada kekurangan ini bisa bermanfaat...


                        zackyubaid.blogspot.com
                       





0 coment:

Poskan Komentar